Hey hooo..I'm back again! Ngga terasa udah hampir 3 bulan aja di Orlando. Hidup di sini makin lama kalau dinikmatin asik juga. Banyak banget hal baru yang gw alamin dan pastinya temen-temen baru dengan cerita-cerita baru dari mereka. Kalau beberapa minggu kebelakang gw masih dalam proses adaptasi dan kenalan dengan mereka, sekarang udah sampe tahap bikin genk baru, hahaha.
Artinya udah mulai tau lebih nyaman ke temen-temen yang mana.
Di tulisan sebelumnya mungkin gw pernah cerita kalau perwakilan Indonesia di sini cuma orang, yakni gw dan Dony, partner gw di sini. Setelah beberapa minggu di sini, kita baru tau kalau ternyata ada 3 mahasiswa Indonesia yang lagi ikut College Program di sini, artinya kita punya temen Indonesia!! mereka adalah Ratih, Risyad, dan Maria. Cuma sampe sekarang gw belum pernah ketemu sama yang namanya Maria, hehe
Singkat cerita gw, Risyad and Ratih berencana liburan bareng, awalnya kita mau pergi ke San Fransisco (SF) karena ada beberapa temen mereka di sana, and gw juga pengen banget ke SF. Tapi akhirnya rencana kita berubah belok ke New York (NY), karena kebetulan keluarga Ratih bakal dateng ke NY di tanggal yang sama sesuai rencana kita berangkat. Sebenernya NY udah jadi tujuan utama gw sejak pertama kali gw tau kalau gw bakal ke US, tapi rencananya gw bakal ke sana desember supaya bisa lia Christmas decoration disana yg katanya super keren. Tapi dipikir2 seru juga kalau berangkat bulan ini, ga nyangka bakal secepet ini. Akhirnya deal kita ber-3 bakal sweet escaping ke New York tanggal 18-22 September!!
Day 1 (Brooklyn)
Swemua barang udah di-pack, jacket2 udah dibawa, sunglasses udah standby dalem tas masing-masing. Karena kita pergi di akhir September, jadi udah masuk fall, yang artinya walaupun bermatahari, tapi udara bakalan dingin, dan dari weather forecast yang gw baca, suhu udara NY bakalan sekitar 12-17 derajat celcius.
Kita berangkat dengan flight paling pagi yakni jam 07.00 waktu East Coast, maklum terlalu semangat :D jam 5.30 udah standby di Orlando International Airport, dan bakal sampe di John F. Kennedy (JFK) Airport, NY sekitar jam 9.30. Penerbangan 2,5 jam ngga terasa lama karena kita ngobrol2 sambil nonton film2 yang mereka provide di pesawat.
Sampe juga di JFK!! Dari dulu ngebayangin bandara JFK pasti keren banget, secara New York gitu kan, ternyata biasa aja, sama aja kaya bandara Orlando atau bandara Internasional lainnya, belum ada yang ngalahin Changi Airport. Karena kita ngga ada barang di bagasi jadi kita bisa langsung keluar bandara, dan hal pertama yang kita cari adalah PETA! Waktu itu kita langsung pergi ke tourist information untuk tanya gimana caranya untuk nyampe Brooklyn, karena hotel kita untuk malem itu ada di Brooklyn, salah satu bagian di NY. Salah satu tourist guide waktu itu jelasin panjang lebar soal cara ke sana dengan naik subway.
Subway memang merupakan alat transportasi publik yang paling populer di NY, namanya Metro. Untuk yang belum tau, ini adalah alat transportasi berupa kereta bawah tanah. Kita bisa pergi kemanapun dengan subway ini. Waktu itu gw beli tiket terusn yang untuk seminggu seharga 30 dollar, ini jauh lebih murah daripada kita harus bolak balik beli setiap mau naik. Kartu terusan ini bukan cuma bisa dipake buat subway, tapi juga public bus di seluruh NY.
Begitu keluar dari airport kita baru ngerasain udara luar, dan itu supeeer dingin jauh lebih dingin dari yang kita bayangin sebelumnya, apalagi kita sampe saat masih pagi dan banyak angin, brrrrr.
Dari airport kita pergi ke subway station, kesan pertama begitu sampe stasiun itu yang kita bilang adalah "waduh, ini sih kaya stasiun Dukuh Atas" sumpah bener-bener mirip banget! hahaha
Keretanya juga sama aja kayak kereta di Jakarta, ga ada bagus2nya, malah lebih bagus commuter line kayaknya, lebih bersih. Di dalem kereta ada macem-macem orang, tapi mereka semua keliatan dingin dan kurang ramah, beda banget sama yang kita rasain di Orlando.
Setelah sambung menyambung subway, kita sampe di Brooklyn. Hotel yang kita tuju waktu itu sekitar 3 blok dari stasiun subway tempat kita turun. Lumayan juga jalan tarik2 koper 3 blok. Kita stay di Sleep Inn Hotel, tapi rencananya cuma untuk 1 malam aja, setelah itu kita bakal cari hotel yang kita anggep deket ke mana-mana.
Ternyata kita bisa early check in waktu itu, karena weekday jadi
hotel lagi sepi penghuni, yang mestinya check-in jam 3 sore kita udah
bisa check-in jam 12 siang. Setelah nyimpen semua barang di kamar, kita
langsung pergi ke Brooklyn Bridge. Ini jadi tujuan pertama kita karena
letaknya paling deket dari hotel. Rencana awalnya sih pengen jalan ke
sana, tapi ternyata jauh, akhirnya kita naik subway lagi, dan berhubung
ngga tau stasiun mana yang terdekat ke sana, jadi setelan turun subway
kita lanjut jlan lagui muter-muter nyari tuh jembatan. Ternyata ada 2
jembatan yang lokasinya berdekatan di situ, Brooklyn Bridge dan
Manhattan Bridge.
Brooklyn bridge ini bukan sembarang jembatan. Ini adalah salah satu jembatan paling tua di United States. Pembangunannya rampung tahun 1883 dan panjangnya 486,3 meter dan merupakan "longest suspension bridge in the world". Jembatan ini menyambungkan Brooklyn dengan Manhattan. Di sini bukan hanya ada ada jalur mobil, tapi juga jalur pejalan kaki dan juga sepeda. Banyak wisatawan yang menyewa sepeda untuk menyebrangi jembatan ini, cuman waktu itu kita ngga punya cukup waktu, jadi cuma foto-foto dan lanjut ke tujuan berikutnya.
Dari Brooklyn kita memutuskan untuk pindah ke Manhattan, bisa dibilang Manhattan adalah New York City yang sebenarnya, kalau kita lihat lokasi-lokasi pengambilan gambar berbagai film Hollywood yang diambil di New York, itu semua diambil di daerah Manhattan, dari mulai Time Square, Empire State Building, Wall Street, Madison Square Garden, Central Park, Ground Zero tempat kejadian pemboman 9/11, sampe berbagai teater Broadway, di sini keseruan baru benar-benar dimulai!!
to be continued...
Wednesday, September 26, 2012
Sunday, September 9, 2012
The Most Welcome and Respectful People
I'm back! Akhirnya setelah beberapa minggu baru sempet nulis blog lagi. Kali ini gw bakal cerita tentang keramahan dan betapa welcome-nya orang Amerika, at least itu yang gw rasain sejak pertama kali sampe di sini hingga sekarang.
Salah satu hal yang paling gw khawatirkan sebelum sampe sini adalah bagaimana perlakuan orang Amerika terhadap gw nanti saat gw sampe disana. Terlebih karena gw pake jilbab dan semenjak kejadian 9/11 orang Amerika terkesan sedikit "bermasalah" dengan orang muslim. Dari berita-berita yang kita liat di Indonesia malah terkesan kalau banyak orang Amerika yang anti-muslim.
Memasuki Amerika
Dari yg gw rasain, sejak pertama kali semua proses di mulai waktu gw apply visa di US Embassy, semuanya sangat ramah dan ga ada membeda-bedakan sama sekali. Saat banyak orang lain ditanya macem-macem yg sangat detail soal tujuan kepergian mereka ke Amerika, gw malah cuma ditanya 2 pertanyaan, "dalam rangka apa pergi ke sana" dan "untuk berapa lama," selesai, nunggu beberapa menit dan langsung dikasih lembaran putih yang menunjukkan bahwa visa gw diapprove dan tinggal diambil beberapa hari lagi. perlakuan yang mereka berikan selama di US Embassy juga sangat ramah dan helpful, waktu itu Blackberry gw sempet lowbat jadi ga bisa janjian sama yg bakal jemput gw disana, dan dengan baiknya mereka nawarin untuk nge-charge hp gw disana di salah satu ruang pegawai mereka, padahal penjagaan keamanan di sana ketat banget.
Sama halnya saat gw baru menginjakkan kaki di airport memasuki Amerika, ngga ada perlakuan khusus atau berlebihan(dalam arti negatif) yang mereka tunjukkan. Semua prosedur sangat ketat tapi dalam batas-batas wajar.
Pengalaman gw waktu dulu di Polandia, saat screening di bandara, mereka minta gw masuk ke ruang khusus karena gw mesti buka jilbab dan harus mereka cek. dari cerita beberapa temen sih Eropa katanya memang lebih rasis daripada Amerika. Tapi di Amerika malah ngga ada sama sekali, mereka cuma melakukan screening seluruh badan, tp dengan peralatan yang lebih canggih. Jadi kita diminta masuk ke sebuah box besar, dengan tangan diangkat ke atas dan mata mengarah ke sensor, dengan otomatis mesin itu nge-screen badan kita. Itu diberlakukan buat semua orang yang baru masuk Amerika dari negara lain.
Basa-Basi dan Respect Itu Penting!
Sampai di sini semua orang menunjukkan sikap yang sangat ramah. Bisa dibilang mereka itu hidupnya penuh basa basi dan sangat ekspresif dalam mengungkapkan sesuatu. Sebagai contoh, saat kita baru kenalan dengan orang di sini, kita harus menunjukkan sikap yang sangat antusias untuk mengenal mereka, dengan senyum yang sangat ramah, dan diakhiri dengan "it's so nice to talk to you". Setiap mereka tau gw baru nyampe di Amerika, mereka semua pasti bilang, "So welcome to United States, hope you have a great year here." kalau dipikir-pikir, kita pasti jarang bilang sama orang asing "Selamat datang di Indonesia, semoga betah ya di sini." Ngga terlalu penting juga buat kita.
Yang paling basa basi banget dan merupakan kebiasaan semua orang di sini adalah, saat kita berpapasan dengan orang lain, masing-masing pasti bilang "Hi, how are you?" atau "Hi, how are you doing" yang dengan sangat pasti lawannya akan jawab, "good" atau "great, how are you?" dan bakal dijawab "good" juga. Percakapan itu bener2 terjadi di SETIAP pertemuan atau papasan di jalan. Kadang gw mikir ini percakapan sebenernya semua orang udah tau kalau itu basa basi kenapa mesti selalu dilakukan sih. Gw suka sampe mikir mau jawaban apa ya yang rada beda biar lebih variatif, hahaha. Oh iya satu lagi, kalau pagi kita semua harus saling mengucapkan "good morning" kalau papasan sama orang, semua orang termasuk orang-orang yang kita belom pernah kenal sebelumnya, begitu juga saat hari udah sore dimana orang-orang selesai beraktivitas, semua bakal bilang "have a good night" or "have a good rest".
Selain itu mereka sangat ekspresif dalam mengungkapkan apa yang mereka rasakan tentang sesuatu. Bukan cuma orang-orang dewasa, bahkan anak-anak kecil juga. Misalnya saat 17-an kemaren gw main angklung, orang-orang yang lagi lalu lalang bakal berenti untuk sekedar ngasih applaus dan nunjukin apresiasi mereka. Mereka bakal bilang "you have to know that this instrumen is so cool" atau "this is so neat" atau "I've never seen it before" dan semacamnya. Mereka bakal nyampein yang ada di pikiran mereka gitu aja, beda dengan kita, kalau kita liat sesuatu yang bagus, itu bakal ada di pikiran kita aja. begitu juga dengan anak-anak kecil di sini, mereka ngga akan malu-malu bilang "your outfit is so beautiful" atau "I like your dress" dna semacamnya ke orang dewasa. Mungkin karena mereka udah diajarin untuk aktif dari kecil, begitu juga di sekolah.
Karena gw di sini sebagai cultural representative, jadi gw selalu pake batik,kebaya, dll, sama dgn yg lain yg pake sesuatu yg khas dari budayanya. Setiap hari gw sering banget diliatin orang trus ditanya "where are you from? Gosh you're so beautiful with that outfit". Pointnya adalah mereka ngga ada membedakan dari mana gw berasal, apa agama gw, apa warna kulit gw dan sebagainya untuk memnberi apresiasi atas apa yang memang mereka anggep bagus. Itu yg bikin gw ngerasa selalu betah disini, karena mereka bener-bener respectful.
Satu cerita menarik saat gw puasa di sini bulan lalu. jadi karena di sini lagi summer dan panas luar biasa, setiap orang di Disney disarankan minum at least satu botol kecil per jam supaya terhindar dari dehidrasi. Sementara gw harus puasa ngga makan ngga minum 16 jam. Di satu sisi mereka sangat khawatir soal itu, tapi di sisi lain mereka ngga bisa melarang sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan gw. Beberapa manager sampe ngejadiin ini sebagai bagian dari bahan meeting, gimana supaya gw tetep baik-baik aja di saat gw puasa, karena mereka bener-bener ga yakin gw bisa ngejalanin itu di sini saat summer. Akhirnya setiap beberapa jam selalu ada manajer yang dateng ke gw dan nanya gimana kondisi gw, just to show me that they're care about it and make sure that I'm okay. See? ini yang gw maksud dengan the most welcome and respectful people. Mungkin ini bisa ngasih sedikit bayangan tentang gimana sikap orang Amerika terhadap orang asing terutama muslim, ngga seburuk apa yang kita bayangin atau kita lihat di berita-berita kok.Well, itu yang gw rasain di sini, Orlando, Florida. ga menutup kemungkinan kalau ada orang-orang yang punya pengalaman-pengalaman lain di sini atau mungkin di negara bagian lain di Amerika.
Salah satu hal yang paling gw khawatirkan sebelum sampe sini adalah bagaimana perlakuan orang Amerika terhadap gw nanti saat gw sampe disana. Terlebih karena gw pake jilbab dan semenjak kejadian 9/11 orang Amerika terkesan sedikit "bermasalah" dengan orang muslim. Dari berita-berita yang kita liat di Indonesia malah terkesan kalau banyak orang Amerika yang anti-muslim.
Memasuki Amerika
Dari yg gw rasain, sejak pertama kali semua proses di mulai waktu gw apply visa di US Embassy, semuanya sangat ramah dan ga ada membeda-bedakan sama sekali. Saat banyak orang lain ditanya macem-macem yg sangat detail soal tujuan kepergian mereka ke Amerika, gw malah cuma ditanya 2 pertanyaan, "dalam rangka apa pergi ke sana" dan "untuk berapa lama," selesai, nunggu beberapa menit dan langsung dikasih lembaran putih yang menunjukkan bahwa visa gw diapprove dan tinggal diambil beberapa hari lagi. perlakuan yang mereka berikan selama di US Embassy juga sangat ramah dan helpful, waktu itu Blackberry gw sempet lowbat jadi ga bisa janjian sama yg bakal jemput gw disana, dan dengan baiknya mereka nawarin untuk nge-charge hp gw disana di salah satu ruang pegawai mereka, padahal penjagaan keamanan di sana ketat banget.
Sama halnya saat gw baru menginjakkan kaki di airport memasuki Amerika, ngga ada perlakuan khusus atau berlebihan(dalam arti negatif) yang mereka tunjukkan. Semua prosedur sangat ketat tapi dalam batas-batas wajar.
Pengalaman gw waktu dulu di Polandia, saat screening di bandara, mereka minta gw masuk ke ruang khusus karena gw mesti buka jilbab dan harus mereka cek. dari cerita beberapa temen sih Eropa katanya memang lebih rasis daripada Amerika. Tapi di Amerika malah ngga ada sama sekali, mereka cuma melakukan screening seluruh badan, tp dengan peralatan yang lebih canggih. Jadi kita diminta masuk ke sebuah box besar, dengan tangan diangkat ke atas dan mata mengarah ke sensor, dengan otomatis mesin itu nge-screen badan kita. Itu diberlakukan buat semua orang yang baru masuk Amerika dari negara lain.
Basa-Basi dan Respect Itu Penting!
Sampai di sini semua orang menunjukkan sikap yang sangat ramah. Bisa dibilang mereka itu hidupnya penuh basa basi dan sangat ekspresif dalam mengungkapkan sesuatu. Sebagai contoh, saat kita baru kenalan dengan orang di sini, kita harus menunjukkan sikap yang sangat antusias untuk mengenal mereka, dengan senyum yang sangat ramah, dan diakhiri dengan "it's so nice to talk to you". Setiap mereka tau gw baru nyampe di Amerika, mereka semua pasti bilang, "So welcome to United States, hope you have a great year here." kalau dipikir-pikir, kita pasti jarang bilang sama orang asing "Selamat datang di Indonesia, semoga betah ya di sini." Ngga terlalu penting juga buat kita.
Yang paling basa basi banget dan merupakan kebiasaan semua orang di sini adalah, saat kita berpapasan dengan orang lain, masing-masing pasti bilang "Hi, how are you?" atau "Hi, how are you doing" yang dengan sangat pasti lawannya akan jawab, "good" atau "great, how are you?" dan bakal dijawab "good" juga. Percakapan itu bener2 terjadi di SETIAP pertemuan atau papasan di jalan. Kadang gw mikir ini percakapan sebenernya semua orang udah tau kalau itu basa basi kenapa mesti selalu dilakukan sih. Gw suka sampe mikir mau jawaban apa ya yang rada beda biar lebih variatif, hahaha. Oh iya satu lagi, kalau pagi kita semua harus saling mengucapkan "good morning" kalau papasan sama orang, semua orang termasuk orang-orang yang kita belom pernah kenal sebelumnya, begitu juga saat hari udah sore dimana orang-orang selesai beraktivitas, semua bakal bilang "have a good night" or "have a good rest".
Selain itu mereka sangat ekspresif dalam mengungkapkan apa yang mereka rasakan tentang sesuatu. Bukan cuma orang-orang dewasa, bahkan anak-anak kecil juga. Misalnya saat 17-an kemaren gw main angklung, orang-orang yang lagi lalu lalang bakal berenti untuk sekedar ngasih applaus dan nunjukin apresiasi mereka. Mereka bakal bilang "you have to know that this instrumen is so cool" atau "this is so neat" atau "I've never seen it before" dan semacamnya. Mereka bakal nyampein yang ada di pikiran mereka gitu aja, beda dengan kita, kalau kita liat sesuatu yang bagus, itu bakal ada di pikiran kita aja. begitu juga dengan anak-anak kecil di sini, mereka ngga akan malu-malu bilang "your outfit is so beautiful" atau "I like your dress" dna semacamnya ke orang dewasa. Mungkin karena mereka udah diajarin untuk aktif dari kecil, begitu juga di sekolah.
Karena gw di sini sebagai cultural representative, jadi gw selalu pake batik,kebaya, dll, sama dgn yg lain yg pake sesuatu yg khas dari budayanya. Setiap hari gw sering banget diliatin orang trus ditanya "where are you from? Gosh you're so beautiful with that outfit". Pointnya adalah mereka ngga ada membedakan dari mana gw berasal, apa agama gw, apa warna kulit gw dan sebagainya untuk memnberi apresiasi atas apa yang memang mereka anggep bagus. Itu yg bikin gw ngerasa selalu betah disini, karena mereka bener-bener respectful.
Satu cerita menarik saat gw puasa di sini bulan lalu. jadi karena di sini lagi summer dan panas luar biasa, setiap orang di Disney disarankan minum at least satu botol kecil per jam supaya terhindar dari dehidrasi. Sementara gw harus puasa ngga makan ngga minum 16 jam. Di satu sisi mereka sangat khawatir soal itu, tapi di sisi lain mereka ngga bisa melarang sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan gw. Beberapa manager sampe ngejadiin ini sebagai bagian dari bahan meeting, gimana supaya gw tetep baik-baik aja di saat gw puasa, karena mereka bener-bener ga yakin gw bisa ngejalanin itu di sini saat summer. Akhirnya setiap beberapa jam selalu ada manajer yang dateng ke gw dan nanya gimana kondisi gw, just to show me that they're care about it and make sure that I'm okay. See? ini yang gw maksud dengan the most welcome and respectful people. Mungkin ini bisa ngasih sedikit bayangan tentang gimana sikap orang Amerika terhadap orang asing terutama muslim, ngga seburuk apa yang kita bayangin atau kita lihat di berita-berita kok.Well, itu yang gw rasain di sini, Orlando, Florida. ga menutup kemungkinan kalau ada orang-orang yang punya pengalaman-pengalaman lain di sini atau mungkin di negara bagian lain di Amerika.
Subscribe to:
Posts (Atom)